Press "Enter" to skip to content

2 Abad Perjuangan Buruh, Belum Membuahkan Hasil

JAKARTA – Hari buruh (May Day) yang diperingati setiap tanggal 1 Mei merupakan rentetan perjuangan kelas pekerja di Amerika dan Eropa kurang lebih dua abad yang lalu. Namun perjuangan yang sudah cukup lama itu belum membuahkan hasil yang diharapkan. Hal tersebut dikarenakan pemerintah menempatkan posisi buruh dibawah pengusaha dalam hal pemenuhan hak-haknya.

Kondisi perburuhan di Indonesia tidak jauh berbeda, bahkan bisa dikatakan kondisinya lebih buruk dengan negara lain. Terbukti banyaknya rakyat Indonesia yang yang memilih menjadi buruh migran. Kondisi ini tentunya memprihatinkan bagi Indonesia, sebagai negara kaya akan sumber daya alam.

“Setiap tahunnya buruh harus berjuang, baik melalui aksi demonstrasi, mogok kerja, dan ke pengadilan perselisihan hubungan industrial (PHI), bahkan kadang harus berakhir dengan PHK, pemecatan sepihak, dan kriminalisasi pada buruh,” ungkap Dalail Sanwijaya, Koordinator Advokasi PB PMII.

Oleh karena itu pada momentum hari buruh tahun ini. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), menuntut pemerintahan Jokowi-JK melakukan beberapa hal untuk perbaikan perburuhan di Indonesia.

Pertama, Pemerintah harus membenahi sistem perburuhan Indonesia dengan merevisi UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. “UU ini  terlalu berpihak pada pengusaha dan mempersempit ruang buruh untuk menjadi sejahtera. UU ini juga sudah banyak pasal yang di judicial review dan diputus oleh Mahkamah Konstitusi,” tegas Dalail.

Kedua, pemerintah diharpkan untuk merevisi UU 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Luar Negeri karena, UU ini lebih banyak mengatur teknis penempatan TKI dari pada perlindungan TKI. Ketiga, mendorong Pemerintah untuk merealisasikan kebijakan yang terkait dengan Jaminan Kesehatan,keselamatan kerja dan hari tua dengan tidak memberatkan buruh. Keempat, perluas lapangan kerja dalam negeri untuk mengurangi buruh migran.

Baca Juga  Penghargaan Bintang Sembilan Maha Cipta Pergerakan

Terakhir “Mendorong pemerintah untuk tidak melepas harga BBM ke pasar,” tutupnya.(Maq)

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *